Benarkah Yesus Itu Ada?
January 30, 2006Benarkah Yesus Itu Ada?
Italia tengah memutuskan penulis The Fable of Chris dan pengikut Kristus yang menolak adanya Yesus dengan setumpuk bukti. Kemungkinan dia kalah karena dianggap melanggar ‘keyakinan populer’
Hidayatullah.com—Kalangan Katolik tak habis dirundung masalah. Belum sempat perdebatan tentang penolakan berbagai orang tentang kepalsuan ‘teori evolusi’, lalu muncul novel dan film ‘Da Vinci Code’, kini ada kasus yang meragukan adanya Yesus.’
Sebuah pengadilan Italia tengah bersidang terhadap sebuah kasus yang mempertanyakan tentang keberadaan Yesus.
Kasusnya menempatkan pertentangan di antara dua orang laki-laki yang berusia 70-an, yang berasal dari kota di pusat Italia dan bahkan bersekolah di seminari yang sama pada saat remaja.
Sang terdakwa, Enrico Righi, yang menjadi seorang imam yang menulis untuk surat kabar paroki. Sang penggugat, Luigi Cascioli, yang menjadi seorang atheis yang vokal, dimana setelah resmi bertengkar bertahun-tahun, ditetapkan mendapatkan kesempatannya di pengadilan nanti bulan ini.
“Saya memulai perkara hukum ini karena saya ingin melakukan gebrakan akhir terhadap Gereja, penghalang dari obscurantisme (perlawanan untuk mempertanyakan dogma; obscurantisme adalah perlawanan akan kebebasan berpikir yang menolak otoritas dan dogma agama dan seringkali diasosiasikan dengan fundamentalisme religius) dan regresi (kemunduran),” kata Cascioli kepada Reuters.
Cascioli mengatakan bahwa Righi, dan secara luas Gereja secara menyeluruh, melanggar 2 hukum Italia. Yang pertama adalah “Abuso di Credulita Popolare” (Pelanggaran dari Kepercayaan Populer) yang ditujukan untuk melindungi masyarakat untuk ditipu atau dikendalikan. Kejahatan kedua adalah, katanya, “Sostituzione di Persona”, atau perbuatan meniru.
“Gereja membuat konsep Kristus berdasarkan kepribadian dari Yohanes dari Gamala, tuntut Cascioli, menunjuk kepada orang Yahudi abad ke-1 yang berperang melawan tentara Romawi.
Sebuah pengadilan di Viterbo akan mendengarkan Righi yang telah didakwa, pada sebuah pledoi awal tanggal 27 Januari yang bermaksud untuk menilai apakah kasusnya cukup pantas untuk diteruskan.
“Dalam buku saya, “Dongeng Kristus” (The Fable of Chris), saya menampilkan bukti bahwa Yesus tidak ada sebagai sosok tokoh bersejarah. Ia harus menyangkalnya sekarang ini dengan menunjukkan bukti dari keberadaan Kristus,” kata Cascioli.
Berbicara kepada Reuters, Righi, 76 tahun, terlihat frustasi dengan kasus itu dan heran mengapa Cascioli — yang seperti halnya ia, berasal dari kota Bagnoregio — memilih dirinya dalam perang salibnya terhadap Gereja.
“Kami berdua berasal dari Bagnoregio. Kami masuk seminari bersama. Kemudian ia mengambil sebuah jalan berbeda dan kami tidak pernah bertemu lagi,” kata Righi.
“Sejak saya menjadi imam dan menulis di surat kabar paroki, sekarang ia menuntut saya karena saya ‘menipu’ orang-orang.”
Righi mengatakan terdapat banyak bukti untuk mendukung keberadaan Yesus, termasuk teks-teks bersejarah.
Ia juga mengatakan bahwa keadilan ada dipihaknya. Hakim yang memimpin sidang pledoi itu telah berusaha, berulang-ulang, untuk menolak kasus itu — menanggapi kasasi dari Cascioli.
“Cascioli mengatakan ia tidak ada. Dan saya mengatakan ia ada,” katanya. “Hakim akan memutuskan apakah Kristus ada atau tidak.”
Tapi Cascioli mengakui, bahwa ia tidak punya peluang untuk menang, terutama di negara Katolik seperti Roma, Italia.
“Dibutuhkan sebuah mukjizat untuk menang,” guraunya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters. (rtr/vidi hart/cha)
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2725&Itemid=1
