Bertuhan tapi Tak Beragama

February 15, 2006

Bertuhan tapi Tak Beragama

Program cuci otak terus digulirkan orang-orang liberalis. Salah satu caranya adalah melakukan wawancara dengan orang-orang bingung agar masyarakat ‘ketularan’ bingungnya. Seperti termuat dalam situs JIL (www.islamlib.com) tanggal 10 Januari 2005 lalu, yang berisi wawancara antara pengibar bendera JIL, Ulil Abshar Abdalla dengan Julia Indiati Suryakusuma, seorang sosiolog yang bingung dalam beragama. Dalam dialog itu, secara sadar dan blak-blakan si sosiolog berkata, “Saya tidak terlalu percaya pada agama. Yang saya percayai adalah Tuhan!”
[.Baca Selengkapnya.]

Terapi kerasukan JIL

Terapi Kerasukan JIL

Kerasukan JIL lebih berbahaya dari kerasukan jin. Karena orang yang kerasukan jin, rufi’al qalam, pena diangkat atas mereka, yakni amal buruknya tidak akan dicatat. Akan tetapi orang yang kerasukan paham Jaringan Islam Liberal, bisa murtad. Lihat saja statemen-statemen yang muncul dari orang yang kerasukan paham liberal: nyeleneh, berani, dan sesat. Seperti statemen: ‘Nabi Muhammad pun menikmati goyang’; atau menyuarakan dzikir ‘anjinghu akbar’; atau mengomentari seorang artis yang murtad dari Islam dikatakan pindah agama karena hidayah; atau kalimat ‘Tuhan semua agama sama’; dan statemen mengerikan lainnya. Bukankah apa yang mereka ungkapkan itu seperti ungkapan orang yang hilang akal?
[.Baca Selengkapnya.]

Hukuman mati bagi penghina Nabi Muhammad SAW

February 6, 2006

PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Nomor: 87/PU/E/02/06

Jakarta, 4 Februari 2006 M

“MENGUTUK KERAS PELECEHAN NABI MUHAMMAD SAW”

[.Baca Selengkapnya.]