Hukuman mati bagi penghina Nabi Muhammad SAW
February 6, 2006PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Nomor: 87/PU/E/02/06
Jakarta, 4 Februari 2006 M
“MENGUTUK KERAS PELECEHAN NABI MUHAMMAD SAW”
Seperti telah luas diberitakan, Koran Jyllands-Posten pada edisi 30 September tahun lalu menerbitkan kartun yang menggambarkan Muhammad membawa pedang dan menenteng ‘bom’. Bahkan, dalam salah satu kartun lainnya Rasulullah digambarkan sebagai orang yang bersorban. Di sorbannya terselip bom (terlihat dari bentuk dan sumbunya). Gambar ini memberikan pesan bahwa Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW adalah penebar bom dan teroris. Apalagi, terbitnya pada bulan September hingga orang akan mengaitkannya dengan peristiwa WTC 11 September.
Tindakan ini telah menuai kecaman luas di berbagai negara, bahkan diplomat Mesir, Palestina, Turki, Pakistan, Iran, Bosnia-Herzegovina, dan Indonesia memprotesnya. Namun, Pemerintah Denmark lewat PM Denmark Anders Fogh Rasmussen berulangkali membela koran tersebut dengan alasan hak kebebasan berbicara. Tidak hanya itu, meski jelas-jelas telah menuai protes, gambar-gambar ini pada Januari 2006 dimuat di Norwegia, juga di berbagai koran seperti harian Perancis, France Soir .
Ini adalah penghinaan ke sekian kali. Telah berulang-ulang penghinaan serupa terjadi di masa lalu. Diantaranya. adalah:
1989, terbit buku The Satanic Verses tulisan Salman Rushdi yang menggambarkan al-Quran sebagai ayat-ayat setan. Imam Khomeini memfatwakan mati terhadapnya. Hingga kini ia tetap dilindungi Inggris.
1994 bulan September, film True Lies garapan sutradara Yahudi Steven Spielberg menggambarkan Islam pimpinan Abdul Aziz sebagai teroris yang memimpin organisasi terror ‘Crimson Jihad’.
1997 bulan Juli, seorang wanita Yahudi Israel, Tatyana Suskin (26) membuat dan menyebarkan 20 poster yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Diantaranya ada poster seekor bagi yang mengenakan kafiyeh a la Palestina. Di kafiyeh itu tertulis dalam bahasa Inggris dan Arab kata: Muhammad. Dengan pensil di kukunya, babi itu tampak tengah menulis di atas sebuah buku berjudul ‘al-Quran’.
2002, tulisan jurnalis Nigeria, Isioma Daniel tentang Rasul dan Miss World.
2004, film ‘dokumenter’ besutan produser film asal Belanda, Theo van Gogh, yang menghina Islam dan Muhammad.
2005, Museum Tate di London urung memamerkan patung karya John Latham yang dikhawatirkan melukai perasaan kaum Muslim pasca ledakan bom yang mengguncang London, Juli 2005.
Berkenaan dengan soal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan bahwa
Pemuatan kartun-kartun ini adalah sebuah kesengajaan. Hal ini tampak dalam sikap mereka. (1) Ketika dikatakan bahwa dalam Islam tidak boleh menggambar Nabi Muhammad apalagi dilecehkannya lewat karikatur, pihak Koran Jyllands-Posten menilai, tidak pada tempatnya jika orang non-Muslim harus mengikuti aturan Islam tersebut. Mereka ingin memancing kemarahan kaum Muslim untuk mengetahui sejauh mana komitmen mereka terhadap Nabi dan Islam mereka. (2) Kasus penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad terjadi berulang-ulang. Reaksi umat Islam pun sudah jelas, menentang! Tapi, mereka tetap saja terus melakukan. (3) Pemerintahan mereka membiarkan dan membelanya dengan dalih kebebasan. (4) Sikap bandel juga ditunjukkan oleh masyarakat Barat di sana. Satu jajak pendapat menunjukkan 79% warga Denmark berpendapat Fogh Rasmussen tidak perlu menyatakan permintaan maaf dan 62% mengatakan surat kabar itu hendaknya tidak meminta maaf.
Inilah hak asasi manusia (HAM) menurut mereka, yakni kebebasan untuk melakukan apapun termasuk mendeskreditkan, menghina, dan melecehkan Islam melalui pelecehan Nabi SAW. Ketika di Perancis Muslimah dilarang mengenakan jilbab, ‘kebebasan’ yang mereka dengungkan tidak terdengar. Saat kaum Muslim lantang menyuarakan Islam yang diterapkan dalam sistem Khilafah sebagai pengganti Kapitalisme yang memang bobrok, mereka menudingnya garis keras. Pada waktu kaum Muslim menunjukkan kezaliman dan ketidakadilan negara-negara besar, mereka menuduhnya sebagai mengagungkan kekerasan.
Kasus pelecehan Islam dan Nabi Muhammad lewat kartun ini tak dapat dilepaskan dari perang peradaban (as-shira’ al-hadhari) yang mereka lakukan. Bahkan, sulit dipisahkan dari agenda the global war on Islam dalam paket war on terrorism yang diusung oleh AS, Eropa, dan sekutunya. Buktinya, kartun itu mendudukkan Nabi Muhammad sebagai penebar bom.
Oleh karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan, bahwa:
1. Sanksi bagi orang yang menghina Nabi Muhammad saw. dalam syariat Islam bagi orang-orang Kafir Dzimmi, baik Yahudi, Nashrani, maupun yang lain, yang menjadi rakyat negara Islam adalah hukuman mati, kecuali jika mereka bertaubat dan masuk Islam. Sedangkan bagi Muslim, ia akan dieksekusi tanpa diterima taubatnya. Demikian penegasan Imam As-Syaukani, Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Dalam kitab Nailul Authar jilid VII, halaman 213-215, Imam as-Syaukani mengemukakan hadits tentang hukuman bagi orang yang menghina Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. yang berbunyi:
“Bahwa ada seorang wanita yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya”. (HR Abu Daud)
Ibnu Abbas juga telah meriwayatkan sebuah hadits yang menyatakan, bahwa ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Merasa tidak tahan lagi), lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian dia tebaskan ke perut istrinya dan ia hunjamkan dalam-dalam sampai istrinya pun mati. Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah swt kepada Rasulullah saw yang menjelaskan kejadian tersebut. Lantas, hari itu juga beliau saw. mengumpulkan kaum muslimin dan bersabda:
“Dengan menyebut asam Allah, aku minta orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku; mohon ia berdiri.
Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai ia turun I hadapan Rasulullah saw, kemudian ia duduk seraya berkata:
“akulah suami yang melakukan hal tersebut ya Rasulullah saw. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang padaku. Tetapi kemain ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Lantas aku mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat sampai ia mati.
Kemudia Rasululah saw. bersabda:
“Saksikanlah bahwa darahnya (wanita itu) halal.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)
2. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk bersatu dalam membela kehormatan Nabi Muhammad yang mulia.
3. Menyerukan kepada seluruh umat Islam sungguh-sungguh berjuang menegakkan khilafah Islam yang akan melindungi secara nyata kehormatan Islam dan umatnya.
Wassalam,
Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796
Email: Ismaily@telkom.net, ismaily@hizbut-tahrir.or.id
———————————————————-
Gedung Anakida Lantai 4
Jl. Prof. Soepomo Nomer 27, Jakarta Selatan 12790
Telp / Fax : (62-21) 8353253 Fax. (62-21) 8353254
Email : info@hizbut-tahrir.or.id
Website : www.hizbut-tahrir.or.id

great post
Comment by jr — February 11, 2006 @ 11:17 pm
HTI ingin menerapkan “Khilafah Islamiyah” di Indonesia? Kalau diinginkan ,ya berari harus mengganti UUD 45.Mengganti UUD 45,sama dengan Makar.Jadi HTI ,mau makar?
Comment by gandi — July 5, 2006 @ 8:46 am
Semoga orang yang menghina NABI MUHAMMAD SAW akan mendapat hisabnya ALLAH berpuluh2 kali dari orang ynag menerima HISAB,Karena NABI tidak patut difitnah dan dicaci karena BELIAU adalah BASYARUL LAKAL BASYAR !!!!! Dan pembela islam yang pemberani
Comment by Pika — May 28, 2007 @ 8:50 am
Dunia Barat tidak akan berhenti sampai Islam benar-benar hancur….apa bisa? Mereka sama frustasinya dengan Umat Islam yang selalu di hina….bedanya mereka frustasi karena dengan mempropagandakan kejelekan Islam malah banyak orang yang memeluk Islam……
Comment by andi — April 18, 2008 @ 3:41 pm