“Tuhan Kita: Allah!”

September 21, 2006

“Tuhan Kita: Allah!”
Kaum Pluralis mengatakan, semua agama menuju Tuhan yang satu. Padahal kelompok-kelompok Kristen berbeda penggunaan nama Tuhan mereka.
Oleh: Adian Husaini, MA

Salah satu pandangan yang senantiasa dilempar oleh kaum Pluralis Agama dalam ‘mengelirukan’ pemikiran kaum Muslim, adalah mengatakan, “semua agama adalah jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang satu”. [.Baca Selengkapnya.]

Takut masuk Islam

Kisah-Kisah ‘Islami’ di Televisi

Fiksi Yang Diminati
Dalam dunia tulisan maupun film fiksi, ‘tuhan’ dari lakon cerita adalah pengarangnya. Dialah yang membuat alur dan nasib masing-masing tokoh dan lakon. Pengarang bisa saja menampilkan seorang manusia yang awalnya sangat jahat, akhirnya menjadi taat. Atau dahulunya sangat taat, akhirnya bejat. Bisa pula menampilkan tokoh super hebat dan lebih sakti dari para Nabi.
[.Baca Selengkapnya.]

Kampus Islam Dibajak Orientalis

Ketika Kampus Islam Dibajak Orientalis”
Lebih dari 30 tahun benih orientalisme mencengkram studi Islam dan semakin merambah ke berbagai bidang, termasuk studi Al-Qur’an.
Oleh: Adian Husaini
[.Baca Selengkapnya.]

Akal-akalan Dalam Ijtihad

Akal-akalan Dalam Ijtihad
Penganut paham Sekularisme Plurarisme dan Liberalisme [Sipilis] sering seenaknya menyalahgunakan istilah ijtihad hanya untuk akal-akalan. Pantaskah kita disebut ‘mujtahid?”
Oleh: Hizbullah Mahmud *)

Kata ijtihad berasal dari kata “jahada” yang berarti bersungguh-sungguh, bekerja keras, berikhtiar dan mengusahakan sesuatu sekuat tenaga dan maksimal. (dalam Nihayatul Sul Lil Isnawi ‘Ala Minhaji Baidhowi juz:2 hal:289). Adapun ijtihad menurut ta’rif para ulama adalah mencurahkan kemampuan dalam mencapai hukum syar’i, dengan jalan istimbath dari Al-Qur’an dan As-sunnah.(Al mahsul Lil Imam Rozi bag:3 hal:7) [.Baca Selengkapnya.]

Islam Moderat

“Islam Moderat”
Oleh: Adian Husaini

Akhir-akhir ini seperti sudah menjadi keharusan opini di berbagai media massa, bahwa di zaman globalisasi, corak keberislaman yang ‘baik’ adalah menjadi Muslim yang moderat. Dengan kata lain, bukan menjadi Muslim yang liberal atau yang radikal. Istilah “moderat” ini dimunculkan dan dipopulerkan oleh berbagai kalangan, baik cendekiawan, kepala Negara/pemerintahan Muslim, atau tokoh-tokoh agama. Apakah sebenarnya makna “Islam moderat”, yang kadang-kadang disamakan dengan istilah “ummatan wasatha”?

Istilah “moderat” (moderate) berasal dari bahasa Latin ‘moderare’ yang artinya “mengurangi atau
mengontrol”. Kamus The American Heritage Dictionary of the English Language mendefinisikan moderate sebagai: (1) not excessive or extreme (2) temperate (3) average; mediocre (4) opposed to radical views or measures.
[.Baca Selengkapnya.]