Musdah Mulia Lesbian
June 10, 2008Oleh : Adian Husaini.
Namanya sudah sangat masyhur. Media massa juga rajin menyiarkan pendapat-pendapatnya. Wajahnya sering muncul di layar kaca. Biasanya menyuarakan aspirasi tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan. Dia memang salah satu aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa buku sudah ditulisnya. Gelar doktor diraihnya dari UIN (dulu IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Gelar Profesor pun diraihnya.
Biasanya, dia dikenal sebagai feminis pejuang paham kesetaraan gender. Umat Islam sempat dihebohkan ketika Prof. Musdah dan tim-nya meluncurkan Counter Legal Draft (CLD) Kompilasi Hukum Islam. Banyak ide-ide ”aneh” yang tercantum dalam CLD-KHI tersebut. Misalnya, ide untuk mengharamkan poligami, memberi masa iddah bagi laki-laki; menghilangkan peran wali nikah bagi mempelai wanita, dan sebagainya.
Sejumlah Profesor syariah di UIN Jakarta sudah menjawab secara tuntas gagasan Musdah dan kawan-kawan. Puluhan – bahkan mungkin ratusan — diskusi, debat, seminar, dan sebagainya sudah digelar di berbagai tempat.
Toh, semua itu dianggap bagai angin lalu. Prof. Musdah tetap bertahan dengan pendapatnya. Biar orang ngomong apa saja, tak perlu dipedulikan. Jalan terus! Bahkan, makin banyak ide-ide barunya yang membuat orang terbengong-bengong. Pendapatnya terakhir yang menyengat telinga banyak orang adalah dukungannya secara terbuka terhadap perkawinan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Pada CAP-230 lalu, kita sudah membahas masalah ini. Ketika itu, banyak yang bereaksi negatif, seolah-olah kita membuat fitnah terhadap Prof. Musdah. Ada yang menuduh saya salah paham terhadap pemikiran Musdah.
Untuk memperjelas pandangan Musdah Mulia tentang hubungan/perkawinan sejenis (homoseksual dan lesbian), ada baiknya kita simak beb erapa tulisan dan wawancaranya di sejumlah media massa. Dalam sebuah makalah ringkasnya yang berjudul ”Islam Agama Rahmat bagi Alam Semesta”, dosen pasca sarjana UIN Jakarta ini menulis:

Siti Musdah Mulia adalah aktifis Gender yg berinduk pada liberalisme barat
Sebenarnya, sudah sejak cukup lama Musdah memiliki pandangan tersendiri tentang homoseks dan lesbi. Pandangannya bisa disimak di Jurnal Perempuan edisi Maret 2008 yang menurunkan edisi khusus tentang seksualitas lesbian. Di sini, Prof. Musdah mendapat julukan sebagai ”tokoh feminis muslimah yang progresif”. Dalam wawancaranya, ia secara jelas dan gamblang menyetujui perkawinan sesama jenis. Judul wawancaranya pun sangat provokatif: ”Allah hanya Melihat Taqwa, bukan Orientasi Seksual Manusia”.
Menurut Profesor Musdah, definisi perkawinan adalah: ”Akad yang sangat kuat (mitsaaqan ghaliidzan) yang dilakukan secara sadar oleh dua orang untuk membentuk keluarga yang pelaksanaannya didasarkan pada kerelaan dan kesepakatan kedua belah pihak.” Definisi semacam ini biasa kita dengar. Tetapi, bedanya, menurut Musdah Mulia, pasangan dalam perkawinan tidak harus berlainan jenis kelaminnya. Boleh saja sesama jenis.
Simaklah kata-kata dia berikutnya, setelah mendefinisikan makna perkawinan menurut Aal-Quran:
Selanjutnya, dia katakan:
Prof. Dr. Siti Musdah Mulia pun merasa geram dengan masyarakat yang hanya mengakui perkawinan berlainan jenis kelamin (heteroseksual). Menurutnya, agama yang hidup di masyarakat sama sekali tidak memberikan pilihan kepada manusia.
Kita tidak tahu, apakah yang dimaksud dengan ”orientasi seksual lainnya” termasuk juga ”orientasi seksual dengan binatang”. Yang jelas, bagi kaum lesbian, dukungan dan legalisasi perkawinan sesama jenis dari seorang Profesor dan dosen di sebuah perguruan Tinggi Islam tekenal ini tentu merupakan sebuah dukungan yang sangat berarti. Karena itulah, Jurnal Perempuan secara khusus memampang biodata Prof. Musdah. Wanita kelahiran 3 Maret 1958 ini lulus pendidikan S-1 dari IAIN Alaudin Makasar. S-2 ditempuhnya di bidang Sejarah Pemikiran Islam di IAIN Jakarta. Begitu juga dengan jenjang S-3 diselesaikan di IAIN Jakarta dalam bidang pemikiran politik Islam. Aktivitasnya sangat banyak. Sejak tahun 1997-sekarang masih menjadi dosen Pasca Sarjana UIN Jakarta. Tahun 1999-2000 menjabat sebagai Kepala Penelitian Agama dan Kemasyarakatan Depag RI. Masih menurut birodata di Jurnal Perempuan, sejak tahun 2001-sekarang, Musdah Mulia juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Agama bidang Hubungan Organisasi Keagamaan Internasional. Tapi, data ini ternyata tidak benar. Saya sempat mengkonirmasi ke seorang pejabat di Departemen Agama tentang posisi Musdah Mulia ini, dijawab, bahwa dia sudah dikembalikan posisinya sebagai peneliti di Litbang Depag.
Banyak yang bertanya, apa yang salah dengan pendidikan Prof. Musdah? Mengapa dia menjadi pendukung lesbian? Jawabnya: Wallahu A’lam.
Yang jelas, Musdah Mulia memang seorang ’pemberani’. Amerika tidak keliru memberi gelar itu. Dia berani mengubah-ubah hukum Islam dengan semena-mena. Dia memposisikan dirinya sebagai ’mujtahid’. Dia berani menyatakan dalam wawancaranya bahwa:
Para pakar syariah tentu akan geli membaca ”hasil ijtihad” Musdah ini. Seorang Profesor – yang juga dosen UIN Jakarta – pernah berargumen, di dalam Al-Quran tidak ada larangan secara eksplisit bahwa Muslimah haram menikah dengan laki-laki non-Muslim. Ketika itu, saya jawab, bahwa di dalam Al-Quran juga tidak ada larangan secara eksplisit manusia kawin dengan anjing. Tidak ada larangan kencing di masjid, dan sebagainya. Apakah seperti ini cara menetapkan hukum di dalam Islam? Tentu saja tidak. Melihat logika-logika seperti itu, memang tidak mudah untuk mengajak dialog, karena dialog dan debat akan ada gunanya, jika ada metodologi yang jelas. Sementara metode yang dipakai kaum liberal dalam pengambilan hukum memang sangat sesuka hatinya, alias amburadul.
Yang jelas, selama 1400 tahun, tidak ada ulama yang berpikir seperti Musdah Mulia, padahal selama itu pula kaum homo dan lesbi selalu ada. Karena itu, kita bisa memahami, betapa ”hebatnya” Musdah Mulia ini, sehingga bisa menyalahkan ijtihad ribuan ulama dari seluruh dunia Islam. Jika pemahaman Musdah ini benar, berarti selama ini ulama-ulama Islam tolol semua, tidak paham makna Al-Quran tentang kisah kaum Luth. Padahal, dalam Al-Quran dan hadits begitu jelas gambaran tentang kisah Luth.
”Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”
“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah).
Dalam Tafsir Al-Azhar, Hamka menjelaskan, bagaimana sangat merusaknya penyakit ’kaum Luth’, sehingga mereka diazab dengan sangat keras oleh Allah SWT. Hamka sampai menyebut bahwa perilaku seksual antar sesama jenis ini lebih rendah martabatnya dibandingkan binatang. Binatang saja, kata Hamka, masih tahu mana lawan jenisnya. Hamka mengutip sebuah hadits Rasulullah saw:
“… dan apabila telah banyak kejadian laki-laki ’mendatangi’ laki-laki, maka Allah akan mencabut tangan-Nya dari makhluk, sehingga Allah tidak mempedulikan di lembah mana mereka akan binasa.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, dan at-Tabhrani).
Hamka menulis dalam Tafsirnya tentang pasangan homoseksual yang tertangkap tangan: “Sahabat-sahabat Rasulullah saw yang diminta pertimbangannya oleh Sayyidina Abu Bakar seketika beliau jadi Khalifah, apa hukuman bagi kedua orang yang mendatangi dan didatangi itu, karena pernah ada yang tertangkap basah, semuanya memutuskan wajib kedua orang itu dibunuh.” (Lihat, Tafsir al-Azhar, Juzu’
.
Tapi, berbeda dengan pemahaman umat Islam yang normal, justru di akhir wawancaranya, Prof. Musdah pun menegaskan:
Camkanlah pendirian Ibu Professor AKKBB ini. ”Saya yakin ini!” katanya. Itulah pendiriannya. Demi kebebasan, orang bisa berbuat apa saja, dan berpendapat apa saja. Ketika seorang sudah merasa pintar dan berhak mengatur dirinya sendiri, akhirnya dia bisa juga berpikir: ”Tuhan pun bisa diatur”. Kita pun tidak perlu merasa aneh dengan pendirian dan sikap aktivis AKKBB seperti Mudah Mulia. Jika yang bathil dalam soal aqidah – seperti kelompok Ahmadiyah – saja didukung, apalagi soal lesbian. Meskipun sering mengecam pihak lain yang memutlakkan pendapatnya, Ibu Profesor yang satu ini mengaku yakin dengan pendapatnya, bahwa praktik perkawinan homo dan lesbi adalah halalan thayyiban.
Jika sudah begitu, apa yang bisa kita perbuat? Kita hanya bisa ’mengelus dada’, sembari mengingatkan, agar Ibu Profesor memperbaiki berpikirnya. Profesor tidak jaminan benar. Banyak profesor yang keblinger. Jika tidak paham syariat, baiknya mengakui kadar keilmuannya, dan tidak perlu memposisikan dirinya sebagai ”mujtahid agung”. Pujian dan penghargaan dari Amerika tidak akan berarti sama sekali di hadapan Allah SWT. Kasihan dirinya, kasihan suaminya, kasihan mahasiswa yang diajarnya, dan kasihan juga institusi yang menaunginya. Tapi, terutama kasihan guru-guru yang mendidiknya sejak kecil, yang berharap akan mewariskan ilmu yang bermanfaat, ilmu jariyah.
Mudah-mudahan, Ibu Profesor aktivis AKKBB ini tidak ketularan watak kaum Luth, yang ketika diingatkan, justru membangkang, dan malah balik mengancam. “Mengapa kalian mendatangi kaum laki-laki di antara manusia, dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu; bahkan kalian adalah orang-orang yang melampaui batas. Mereka menjawab: ”Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, maka pasti kamu akan termasuk orang-orang yang diusir.” (QS asy-Syu’ara: 165-167).

saya ragu sekali jangan2 saudari prof musda mulia tdk yakin dengan isi Alquran & hadist dan tdk percaya dengan Sunnah Rasul dan sunnatullah(hukum Allah)ataukah solatnya bkn lima waktu,ataukah anda termasuk golongan yang membatu hatinya dan disesatkan karena ilmu yang salah.Masya Allah semoga Allah tdk mencabut hidayah & Rahmatnya dari seorang yang katanya profesor muslim
Comment by muh.taqwa noer — June 17, 2008 @ 9:58 am
Astaghfirullahal adzhim.
Masya Allah.
Padahal betapa banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita.
Kenapa hal yang sudah jelas hukumnya malah dirubah semau nafsunya belaka.
Semoga kita semua dibimbing oleh Allah untuk tetap teguh dan kukuh memegang Syariat yang diturunkan Nya dan hukumnya yang sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad SAW.
May god lead her to the right way.
Comment by Rajiansyah — June 20, 2008 @ 12:36 pm
Insya Allah, kalo orang ini terus beraksi dengan pendapatnya yang melawan sunatullah, hidupnya akan nyaman di dunia tapi ditutup dengan kehinaan dunia dan akhirat… Mudah-mudahan Allah masih memberi kesempatan pada orang ini untuk bertobat…
Comment by Roli — July 22, 2008 @ 1:28 pm
Masih Ingatkah kemusnahan bangsa Sodom, dan Kemusnahan “Pompii”
Comment by mediabilhikmah — July 24, 2008 @ 3:51 am
Saya sarankan agar ibu profesor yang mengaku muslim segera bertaubat kepada Allah SWT mengingat beberapa pemikirannya saya perhatikan semakin menantang dengan ketetapan2 Allah SWT. Semoga ibu dengan kepandaiannya/ilmu yg didapat bisa kembali ke jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT. Jangan menjadi fir’aun2 baru di jaman modern ini yang mengganggap dirinya merasa lebih hebat/super. Amien. Wassalam. Nur Rochman
Comment by Nur Rochman — September 10, 2008 @ 1:31 am
Untunglah orang2 seperti prof musdah ini yg mendukung demo2 anti UU Pornografi, untunglah orang2 seperti prof musdah ini yang membela ahmadiyah habis-habisa. Prof musdah tidak hanya merasa pintar sehingga “tuhannya” pun akan beliau atur, saya khawatir prof musdah sendiri berminat untuk menjadi tuhan. Ya tuhan musdah, akan membuat aturan-aturan baru yang membolehkan untuk melakukan apa saja… apakah tuhan musdah kelak dikemudian hari juga akan mengalami yang namanya “kematian” ? Biarlah waktu yang akan menjawabnya
Comment by Dolly — September 20, 2008 @ 1:32 am
Semoga Allah memberi hidayah-Nya kpd Sdri Musdah n menuntunnya kejalan yang benar.
Comment by Selvi — September 23, 2008 @ 5:26 am
Wah bisa gawat sendiri dia, gimana kalo ada yang orientasi seksnya ke lubang kuping ibu musdah. ????? apa dia bisa nerima? lha kalo dia larang berarti dia nggak konsisten
Comment by Darojatun — October 11, 2008 @ 7:23 pm
Taqwa itu emang apa menurut dia?
Taqwa itu, berbuat atau tidak berbuat sesuai dengan apa yang paling disukai oleh Allah dan RasulNya. bukan menurut yang kita suka.
Perlu digaris bawahi, “yang paling disukai” loh. bukan cuma menurut fiqih
misal, boleh sholat sendiri, asal di waktunya. lha ini belum taqwa namanya, yang taqwa itu gimana, ya buat yang paling disukai Allah dan Rasulnya. contoh :
Di Masjid (dimana adzan dikumandangkan), caranya berjamaah, di awal waktu, pakainnya seperti yang dikenakan nabi, langkahnya ke masjid gimana, doanya gimana, caranya gimana, gerakannya gimana, bahkan sampai gimana cara melepas dan memakai sandalnya ketika keluar masuk masjid gimana.
lha ini baru perkara sholat, sementara islam itu sudah terperinci, lha ngudek teh manis aja kalau garis taqwa ya harus seperti yang Allah dan RasulNya sukai.
Gila nih orang bisa ngaku taqwa dengan tingkah polahnya kek gitu. dan bisa pula ngasih punten ama orang lesbi kalo kawin sejenis bisa taqwa. edan.
Comment by Darojatun — October 11, 2008 @ 7:31 pm
adukhhhhhh…………………….
Allahumma inni ‘audzubika minal Balaa….
Dunia Semakin tua bukan semakin benar…malah semakin banyak penghancur akhlak muslimin……
Ya Allah Bumi ini milikmu……jadikanlah Bumi ini menjadi WILAYAH SAYYIDINA MUHAMMAD SAW…
berilmu bukan membantu…eyhhhhhhhhhhhhhhh..malah nyesatin Na’udzubillah tsumma Na’udzubillah…….mDH”N Allah selalu kasih jalan bwd orang” yang sedang tersesat…bukan “SESAT” tapi “SEDANG TERSESAT”.Amiiiiiiiiiiiinnn……………
bil Qabul Ya Allah….
Comment by Kartika Ayu — October 15, 2008 @ 5:37 am
Bangga Apah klo Amerika yang ngasih Penghargaan?????????????????????
Comment by Kartika Ayu — October 15, 2008 @ 5:38 am
Assalamu Allaikum WR WB
Bismillahi Rohmani Rohim
Izinkan saya yang bodoh dan lemah untuk sedikit mengomentari pendapat Prof. Yang pintar dan berilmu.
”Islam mengajarkan bahwa seorang lesbian sebagaimana manusia lainnya sangat berpotensi menjadi orang yang salah atau taqwa selama dia menjunjung tinggi nilai-nilai agama, yaitu tidak menduakan Tuhan (syirik), meyakini kerasulan Muhammad Saw serta menjalankan ibadah yang diperintahkan. Dia tidak menyakiti pasangannya dan berbuat baik kepada sesama manusia, baik kepada sesama makhluk dan peduli pada lingkungannya. Seorang lesbian yang bertaqwa akan mulia di sisi Allah, saya yakin ini.”
Pendapat saya yang bodoh ini kira-2 sebagai berikut : Ibadah adalah mengabdi kepada Allah SWT, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. lesbian = larangan Allah. melanggar larangan Allah berarti tidak beribadah. bagaimana mungkin lesbian = ibadah = takwa. Jika lesbian = tobat (tdk mengulangi lesbiannya) = ibadah = takwa masuk akal bagi logika saya yang bodoh ini. Ya Allah, berilah hamba-Mu yang lemah ini tolong dan karunia-Mu, sehingga hamba-Mu ini tetap berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Amin. Demikian, mohon ma’af jika ada kesalahan dan kepada Allah SWT saya mohon ampun.
Alhamdulillahi Robbil Alamin
Wassallamu Allaikum WR WB
Comment by Hamba Allah Yang Hina — October 22, 2008 @ 10:49 am
yth,
redaksi…!
tolong sampaikan kepada prof. Dr. Musda Mulai…bahwasannya Allah masih menerima taubat dari hambanya selagi nafas belum sampai di tenggorokan atau menjelangkiamat…!!!nah selagi masih semapt bertaubatlah dengan sebener-benarnya tauba (taubatan nasuhaa’), dan jangan merasa pintar sendiri, karena ilmu Allah masih Luas yang belum sempat digali oleh manusia….!!!!
terimakasih.
wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Comment by zainuddin — November 12, 2008 @ 12:01 pm
Manusia semacam Musdah itu, sebenarnya sudah halal darahnya. Tidak ada dosa bagi orang yang membunuhnya. Karena dia tidak lebih baik dari orang Yahudi atau Nasrani. Ia sengaja mau menghancurkan Islam dari dalam dengan menyebarkan paham sesat.
Comment by Lamellong — November 27, 2008 @ 1:51 pm
bu profesor”fa tamannawul mauta inkuntum shoodikin…”
wal ‘iyadzu billah…
Comment by asyad — March 22, 2009 @ 3:06 pm
yth, Prof Musdah Mulia
Menanggapi pendapat dan keyankinan ibu tentang halalnya hubungan sesama jenis, dengan ini saya mencoba untuk sedikit memberi masukan atas pendapat ibu sendiri.
Bismillahirohmanirrohim…..
Sepengetahuan saya (yang saya baca dan saya yakini dari Alquran dan hadits), bahwa perkawinan sesama jenis HUKUMnya adalah DOSA BESAR!! jangankan menurut Agama ISLAM, dalam bidang kedokteranpun disebutkan bahwa “hubungan seksual antara laki2 dengan laki2 (homo) & wanita dengan wanita (lesbi) tidak diperbolehkan karena akan menyebabkan datangnya penyakit baik secara lahir maupun bathin” secara lahir akan mengakibatkan penyakit kelamin, secara bathin akan menimbulkan efek terganggunya kejiwaan!!
Alloh SWT, telah memerintahkan Nabi LUTH untuk mengajak kaumnya kembali pada jalan yang benar…. karna apa?? karna perilaku mereka yang memang benar2 diluar batas (homo & lesbi)!! Alloh telah mengharamkan perbuatan itu dan ITU adalah KETETAPAN dari ALLOH SWT secara langsung!! lalu mengapa Ibu Prof Musdah Mulia ini merubah ketetapan yang telah ALLOH buat???? emang ibu yang terhormat ini SIAPANYA ALLOH???? Ibu adalah wanita yang benar2 disayangi Alloh.. karna apa? karna Alloh telah mengkaruniakan kepintaran dan kecerdasan untuk Ibu, tapi sayang…. “?”….!!! yang saya takutkan adalah…. kembalinya zaman LUTH di masa sekarang!! saya bukanlah orang yang pintar dalam agama, tapi saya yakin… bahwa HOMO & LESBI adalah perbuatan dan prilaku yang BEZAD dan TERKUTUK dimata Alloh (apapun bentuknya)! janganlah kita mendekatkan diri kita pada KEBODOHAN!! satu hal yang ingin saya sampaikan kepada Ibu Prof, “SYAITON adalah musuh yang nyata bagi manusia” saya harap semua pendapat yang ibu kemukakan itu bukan berasal dari bisikan SYAITON!! tapi itu adalah hasil dari pemikiran BODOH yang telah bertsahun2 belajar di Universitas hingga gelar Prof DR.
Wasalam…
Comment by wahyu — March 31, 2009 @ 3:50 am
Salam wr wb..
Berapa uang yg dijanjikan org kafir kpd anda musdah?
Apakah dg gelar “prof” itu lantas anda bisa sesuka hati men-tafsir-kan ayat2 Allah yg maha sempurna dg rujukan diri sendiri tanpa membaca para tafsir shalihin yg sangat takut pada ALLAH?
Apakah USA yg memberi syafaat anda saat diakhirat?
Saya menghimbau kepada institusi/lembaga pendidikan dimanapun yg memberikan gelar pd musdah ini, agar segera menarik kembali gelar tb krn memalukan umat islam sedunia.
Kolega2 musdah yg notabene byk Prof dan DR..kalian smua kemana?, apakah sdh aman dg uang2 yg kaian kumpulkan? sementara rekan kalian musdah masih berkeliaran di kampus?..kalian sama saja mengundang azab Allah segera datang dg menunda2 menyingkirkannnya.
Sekali lagi musdah kamu analisa dg otak kmu yg supoer cerdas itu bahwa:
Pelaku (Manusia) Homo/Lesbi sudah pasti akan ber-Perilaku Sodom/Liwath atau sejenisnya..itu saja sudah langsung terkena hukum azab dr ALLAH dan Rasul SAW bersabda bunuh atas mereka, konon pula anda yg notabene memberi inspirasi membebaskan bagi manusia2 calon penghuni neraka utk mendeklarasikan diri mereka menjadi homo/lesbi..menurut anda hukuman apa yg tepat buat anda?
Ataukah anda dr dulu sudah bercita2 ingin jadi lesbi lantas menuntut ilmu utk membuat justifikasi di depan publik dengan gelar ‘prof’ anda itu?
Hei Manusia….begitu byk pekerjaan2 mulia yg di ridhai Allah, kenapa kalian msh memilih yg di murkai ALLAH?..
Comment by Ichsan Taufiq — April 16, 2009 @ 11:10 pm
YAH ! BEGITULAH KALAU SUDAH MEBJADI ANTEK BARAT
CUMA kULIT NYA SAJA MUSLIM NAMUN HATI NYA KAFIR.
DAN TENTUNYA DOLAR MENGALIR KE KOCEK NYA.
ORANG-ORANG SEPERTI INI,BUKAN MEMBELA ISLAM,JUSTRU MENGHANCURKAN DARI DALAM. NAU’UZU BILLAH !
Comment by Hasan Asmara — June 14, 2009 @ 4:59 pm
yth, Prof Musdah Mulia
SAYA YAKIN DIA TIDAK BERAGAMA….
Comment by sandi_rasta — August 26, 2009 @ 7:06 am