Hermeneutika dan Fundamentalisme

April 8, 2008
Hermeneutika dan Fundamentalisme

Oleh: Adian Husaini
Dosen IAIN mengatakan, ciri fundamentalis adalah orang-orang yang menolak ‘hermeneutika’. Kok bisa?.

Ahad (9/12/2007) lalu, di Solo, seorang mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta memberi saya sebuah buku berjudul “Is Religion Killing Us? (Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan al-Qur’an)”. Sudah cukup lama saya memiliki edisi bahasa Inggris buku karya Jack Nelson-Pallmeyer tersebut. Banyak hal bisa dikritisi dari isi buku ini, karena penulisnya sudah menggugat kesucian teks Al-Quran. Misalnya, penulis berkesimpulan, bahwa ”Masalah Islam yang identik dengan kekerasan tidak hanya sebatas adanya ketidaksesuaian teks-teks, tetapi berakar pada banyaknya ayat-ayat dalam Qur’an yang melegitimasi kekerasan, peperangan dan intoleransi.” (hal. 165). [.Baca Selengkapnya.]

Bahaya Tafsir Pluralis

November 23, 2006

Bahaya Tafsir Pluralis

Oleh: Khoiruddin *)
Salah satu ayat pembenar yang sering dijadikan kaum pluralis memproklamirkan hukum syar’i semua agama adalah benar adalah Surat Al Baqarah ayat 62, yang artinya berbunyi, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ,orang Yahudi, orang Nashroni dan orang-orang Shobiin, siapa saja yang beriman kepada Allah dan Rasulnya dan melakukan kebaikan (menurut Islam) mereka mendapat pahala disisi Nya dan tidak takut atas mereka dan tidak merasa sedih.” [.Baca Selengkapnya.]

TAFSIR BUKANLAH HERMENEUTIKA

May 2, 2006

TAFSIR BUKANLAH HERMENEUTIKA

Prof.Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud
Al-Attas mungkin adalah sarjana Muslim kontemporer pertama yang telah memahami keunikan sifat ilmu Tafsir dan membedakannya dari konsep dan praktek Barat tentang hermeneutik, baik yang bersumber dari Kitab Bible [.Baca Selengkapnya.]

Hermeneutika Nodai Tafsir Al-Qur`an

Hermeneutika Nodai Tafsir Al-Qur`an

Oleh : Fakhrurazi R. Sutan
Upaya mengusung hermeneutika kembali menarik per­hatian banyak kalangan. Beberapa cendekiawan Muslim, terutama yang menekuni bidang teologi dan filsafat, mencoba menjadikan herme­neutika sebagai alternatif pengganti tafsir dalam meng­interpretasikan kitab suci Al-Qur‘an. Khususnya di Indonesia, gerakan ini kelihatannya sangat terencana dan dibac­king oleh LSM asing. Sehingga tidak aneh, hanya dalam hitu­ngan bulan, mereka dapat menelurkan banyak buku-buku dan jurnal terkait tema tersebut.
[.Baca Selengkapnya.]

Hermeneutika: “Hikmah” atau Musibah?

Hermeneutika: “Hikmah” atau Musibah?

Baru-baru ini sebuah diskusi tentang studi Hermeneutika dilaksanakan di Jakarta. Apakah studi yang berasal dari tradisi Kristen sebuah ‘musibah’ atau ‘hikmah’ jika diterapkan dalam Islam? [.Baca Selengkapnya.]

Taklid Buta

January 7, 2006

»» Taklid Buta Penganut Hermeneutika««

Hari ini saya telah membaca buku “Hermeneutika Pembebasan” karyaIlham B Saenong. Saya cukup miris dengan hujatan-hujatan yang ada dibuku itu terhadap karya ulama-ulama salaf. Ditulis dalam buku ini: “Apalagi sebagian besar tafsir dan ilmu penafsiran yang diwarisi umat Islam selama ini, sadar atau tidak, telah turut melanggengkan status quo dan kemerosotan umat Islam secara moral, politik, dan budaya. ” (Lihat, Ilham B. Saenong, Hermeneutika Pembe­basan, 2002, hal. xxv-xxvi, 10).
[.Baca Selengkapnya.]

Interpretasi-Epistemologis Hermeneutika Bobrok

»» Interpretasi-Epistemologis Hermeneutika Bobrok ««

Saya mengenal Arkoun dari bukunya “Rethinking Islam”.Arkoun merupakan penganut taklid buta metode hermeneutika. Sehingga saya tidak terlalu heran kalau dia menggugat Al-qur’an. Keabsahan al-Qur’an sebagai sumber otoritatif digugat.
[.Baca Selengkapnya.]

Tidak Bebas Nilai

»»Hermeneutika Tidak Bebas Nilai««

Bagi saya metode hermeneutika adalah sebuah “kanker ganas”yang sedang bekerja sangat cepat menggeregoti organ-organ vital kaum Muslimin. Bahwa hermeneutika sesungguhnya sarat dengan asumsi-asumsi dan implikasi teologis, filosofis, epistemologis dan metodologis yang timbul dalam konteks keberagamaan dan pengalaman sejarah Yahudi dan Kristen.
[.Baca Selengkapnya.]