<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>:: Catatan  Intelektual Muslim ::</title>
	<link>http://militan.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2009 03:58:24 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>Barat diuntungkan dengan stigma wahabi</title>
		<description>	 Barat Paling Diuntungkan Stigma Wahabi
	&#8220;Apa logikanya, membenarkan gerakan trans-nasional non-Islam (Barat) leluasa merangsek ke masyarakat kita, sementara gerakan-gerakan trans-nasional yang Islam malah tidak boleh?&#8221;
	Hidayatullah.com&#8211;SEJAK peristiwa bom Kuningan Juli 2009, istilah Wahabi dan trans-nasional tiba tiba dibicarakan banyak orang.  Berbagai stasiun televisi nasional dan media massa sibuk mengutip ucapan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2009/09/21/barat-diuntungkan-dengan-stigma-wahabi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Ada pembajakan istilah Wahabi dan trans Nasional</title>
		<description>	 Asep Sobari: Ada Pembajakan Istilah “Islam Transnasional” dan “Wahabi”

Hidayatullah.com&#8211;Istilah Wahabi dan transnasional mendadak terkenal. Tanpa ada angin dan hujan, ia, tiba-tiba dikaitkan dengan teror bom. Uniknya, yang meluncurkan istilah Wahabi bukan orang yang selama ini dikenal intens ada sangkut-pautnya dengan Islam. Lebih merepotkan, media ikut andil mengkampanyekan stigma itu ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2009/09/21/ada-pembajakan-istilah-wahabi-dan-trans-nasional/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Musdah Mulia Lesbian</title>
		<description>	”Kampanye Lesbi Profesor AKKBB” 
	
	Oleh : Adian Husaini.
Namanya sudah sangat masyhur. Media massa juga rajin menyiarkan pendapat-pendapatnya. Wajahnya sering muncul di layar kaca. Biasanya menyuarakan aspirasi tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan. Dia memang salah satu aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa buku sudah ditulisnya. Gelar doktor ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/06/10/musdah-mulia-lesbian/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Musdah Bukan Ulama</title>
		<description>	Ahli Fikih: Musdah Bukan Ulama
	
	Ahmad Zein An Najah, doktor bidang Fikih lulusan Al Azhar Mesir mengatakan, Siti Musdah Mulia bukan ulama, jadi pernyataanya tak perlu diikuti 
	Dr. Ahmad Zein An Najah, doktor dalam bidang Fikih lulusan Universitas Al Azhar Mesir, mengatakan, bahwa Musdah Mulia bukanlah seorang ulama, sehingga perkataannya tidak ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/04/08/musdah-bukan-ulama/</link>
	</item>
	<item>
		<title>UIN menghalalkan Homosexual??</title>
		<description>	&#8220;Prof UIN Jakarta Halalkan Homoseksual”
	Oleh : Adian Husaini.
	Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/3/2008) pada halaman mukanya menerbitkan sebuah berita berjudul Islam &#8216;recognizes homosexuality&#8216;  (Islam mengakui homoseksualitas). Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti Musdah Mulia , guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu menulis bahwa homoseksual dan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/04/08/uin-menghalalkan-homosexual/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Homoseksual dan Lesbianisme</title>
		<description>	HOMOSEKSUAL DAN LESBIANISME
	
	oleh Archa (*)
	Seolah tidak ada henti-hentinya ‘mengusik’ ketenteraman umat Islam, sekali lagi kelompok Islam Liberal melalui Prof. Dr. Siti Musdah Mulia kembali mengutarakan pendapat berani, kali ini tentang homoseksual dan lesbianisme. Pendapat ini dilontarkan dalam suatu diskusi hari Kamis 27 Maret 2008 yang diorganisir oleh ‘Arus Pelangi’ yang ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/04/08/homoseksual-dan-lesbianisme/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hermeneutika dan Fundamentalisme</title>
		<description>	Hermeneutika dan Fundamentalisme
	Oleh: Adian Husaini
Dosen IAIN mengatakan, ciri fundamentalis adalah orang-orang yang  menolak ‘hermeneutika’. Kok bisa?.
	Ahad (9/12/2007) lalu, di Solo, seorang mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta memberi saya sebuah buku berjudul “Is Religion Killing Us? (Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan al-Qur’an)”. Sudah cukup lama saya memiliki edisi ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/04/08/hermeneutika-dan-fundamentalisme-2/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Konvensi Tafsir Kaum pluralis</title>
		<description>	Konfesi Tafsir Kaum Pluralis
	
	oleh Fahmi Salim
Wacana untuk menyusupkan kredo pluralisme agama ke dalam alam pandangan hidup (world view) umat Islam tidak pernah ditemukan dalam karya-karya ilmiah ulama Islam terkemuka Indonesia. Namun dalam dua dasawarsa terakhir, wacana yang dimulai oleh gagasan-gagasan pluralis alm. Cak Nur pada awal 90-an telah mengkristal setelah ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/04/08/konvensi-tafsir-kaum-pluralis/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Jangan Belajar Islam pada Orang Kafir</title>
		<description>	&#8220;Tak Mungkin Belajar Islam pada Orang Junub&#8221;
	
	Dr Syamsuddin Arif *
Belajar Islam ke negara-negara Timur Tengah, itu biasa. Belajar Islam ke negara-negara Barat, ini baru beda dari biasa. Padahal, negara-negara tersebut—setidaknya menurut catatan sejarah—bukan negara yang menjadi tempat berkembangnya Islam, seperti Timur Tengah. Meski demikian, peminatnya dari tahun ke tahun terbilang ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/04/08/jangan-belajar-islam-pada-orang-kafir/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Buku DR syamsudin arif</title>
		<description>	“Menyambut Buku Dr. Syamsuddin Arif”
	
	Oleh : Adian Husaini.
Pada 9 Februari 2008, tepat saat acara ”5 Tahun INSISTS” (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization), terbitlah buku berjudul Orientalis dan Diabolisme Pemikiran, karya Dr. Syamsuddin Arif. Di tengah semakin kokohnya cengkeraman studi Islam gaya orientalis di Indonesia, buku Syamsuddin ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/04/08/buku-dr-syamsudin-arif/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Al-Quran Edisi Kritis yahudi</title>
		<description>	&#8220;Al-Quran Edisi Kritis&#8221;
	
Oleh: Adian Husaini
Seperti kita bahas dalam dua kali catatan sebelumnya, dalam acara Konferensi Tahunan tentang Studi Islam (ACIS) VII di Riau, 21-24 November 2007, kepada para peserta dibagikan buku murid Nasr Hamid Abu Zaid, yaitu Dr. Nur Kholish Setiawan, yang berjudul Orientalisme, Al-Quran, dan Hadis. Buku ini sebenarnya ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/01/14/al-quran-edisi-kritis-yahudi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hermeneutika dan Fundamentalisme</title>
		<description>	Hermeneutika dan Fundamentalisme
	Oleh: Adian Husaini
Dosen IAIN mengatakan, ciri fundamentalis adalah orang-orang yang  menolak ‘hermeneutika’. Kok bisa?.
	Ahad (9/12/2007) lalu, di Solo, seorang mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta memberi saya sebuah buku berjudul “Is Religion Killing Us? (Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan al-Qur’an)”. Sudah cukup lama saya memiliki edisi ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2008/01/14/hermeneutika-dan-fundamentalisme/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Pendidikan agama Kita</title>
		<description>	“Pendidikan Agama Kita”
	Oleh: Adian Husaini
	pekan lalu saya diminta mengisi acara diskusi untuk guru-guru agama tingkat SMA di wilayah Jakarta. Mengingat pentingnya acara ini, saya menyempatkan diri untuk membeli sejumlah buku Pendidikan Agama Islam yang diajarkan kepada anak-anak tingkat SMA. Setelah membacanya, ada sejumlah isi buku kiranya perlu mendapatkan perhatian serius ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2007/11/21/pendidikan-agama-kita/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Bahaya Tafsir Pluralis</title>
		<description>	Bahaya Tafsir Pluralis
	Oleh: Khoiruddin *)
Salah satu ayat pembenar yang sering dijadikan kaum pluralis memproklamirkan hukum syar’i semua agama adalah benar adalah Surat Al Baqarah ayat 62, yang artinya berbunyi, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ,orang Yahudi, orang Nashroni dan orang-orang Shobiin, siapa saja yang beriman kepada Allah dan Rasulnya dan melakukan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/11/23/bahaya-tafsir-pluralis/</link>
	</item>
	<item>
		<title>IAIN, Fa aina Tadzhabun?</title>
		<description>	IAIN Mau Dibawa Kemana?
	IAIN, Fa aina Tadzhabun?
Oleh Hartono Ahmad Jaiz
	كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ(110)
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/11/23/iain-fa-aina-tadzhabun/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Membongkar Dusta Pendeta Rudy Muhamad Nurdin</title>
		<description>	
Majalah Tabligh Vol. 04/No. 01/Rabi’ul Awal 1427 H/April 2006 M
Alih-alih membagikan kabar suka-cita Injil, Pendeta Rudy Muhamamd Nurdin mengemas penginjilan dengan cara-cara yang tidak terpuji. Semangat misionarisnya meledak-ledak untuk “menjala” kaum muslimin agar mau “terima Yesus” menjadi penganut Kristiani. Tetapi, ilmu dan wawasannya yang sangat dangkal tak sanggup mengimbangi semangatnya. ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/11/23/membongkar-dusta-pendeta-rudy-muhamad-nurdin/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Ibnu Arabi dan Wahdatul Wujud</title>
		<description>	Ibnu Arabi dan Wahdatul Wujud
	Oleh: Dr. Syamsuddin Arif *)
Kepercayaan Tuhan menjelma di mana-mana atau ‘manunggaling kawula lan gusti’ tak pernah surut. Nabi sendiri tidak pernah memposisikan dirinya lebih dari ‘hamba Tuhan’ 
	Suatu hari, seorang pengembara mengetuk pintu rumah Junayd, tokoh sufi terkemuka pada zamannya. “Siapa di situ?” tanyanya. Si tamu ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/11/23/ibnu-arabi-dan-wahdatul-wujud/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Ibnu Arabi dan Pluralisme</title>
		<description>	Ibnu Arabi dan Pluralisme
	Oleh: Dr Syamsuddin Arif *)
Beberapa kalangan mengutip dan mencatut nama Ibnu Arabi. Sayangnya, mereka kemudian memanipulasi pendapatnya, untuk digunakan merusak aqidah Islam
	Di bulan suci Ramadhan ini, sebuah perkumpulan di bilangan Utan Kayu, Jakarta menggelar kajian pemikiran Ibnu Arabi (w. 638 H/ 1240 M). Tokoh asal Andalusia, Spanyol, ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/10/03/ibnu-arabi-dan-pluralisme/</link>
	</item>
	<item>
		<title>&#8220;Tuhan Kita: Allah!&#8221;</title>
		<description>	 &#8220;Tuhan Kita: Allah!&#8221;
Kaum Pluralis mengatakan, semua agama menuju Tuhan yang satu. Padahal kelompok-kelompok Kristen berbeda  penggunaan nama Tuhan mereka.
Oleh: Adian Husaini, MA
	Salah satu pandangan yang senantiasa dilempar oleh kaum Pluralis Agama dalam &#8216;mengelirukan&#8217; pemikiran kaum Muslim, adalah mengatakan, &#8220;semua agama adalah jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang satu&#8221;.
	Mereka ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/09/21/tuhan-kita-allah/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Takut masuk Islam</title>
		<description>	Kisah-Kisah ‘Islami’ di Televisi 
	Fiksi Yang Diminati
Dalam dunia tulisan maupun film fiksi, &#8216;tuhan&#8217; dari lakon cerita adalah pengarangnya. Dialah yang membuat alur dan nasib masing-masing tokoh dan lakon. Pengarang bisa saja menampilkan seorang manusia yang awalnya sangat jahat, akhirnya menjadi taat. Atau dahulunya sangat taat, akhirnya bejat. Bisa pula menampilkan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/09/21/takut-masuk-islam/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kampus Islam Dibajak Orientalis</title>
		<description>	Ketika Kampus Islam Dibajak Orientalis”
Lebih dari 30 tahun benih orientalisme mencengkram studi Islam dan semakin merambah ke berbagai bidang, termasuk  studi Al-Qur&#8217;an.
Oleh: Adian Husaini

Saat mengisi acara workshop di Pondok Pesantren Gontor, 19-20 Agustus 2006 lalu, saya mendapatkan hadiah sebuah Jurnal yang sangat bagus, bernama TSAQAFAH. Jurnal  ini diterbitkan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/09/21/kampus-islam-dibajak-orientalis/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Akal-akalan Dalam Ijtihad</title>
		<description>	 Akal-akalan Dalam Ijtihad
Penganut paham Sekularisme Plurarisme dan Liberalisme [Sipilis] sering seenaknya menyalahgunakan istilah ijtihad hanya untuk akal-akalan. Pantaskah kita disebut &#8216;mujtahid?&#8221;
Oleh: Hizbullah Mahmud *)
	Kata ijtihad berasal dari kata &#8220;jahada” yang berarti bersungguh-sungguh, bekerja keras, berikhtiar dan mengusahakan sesuatu sekuat tenaga dan maksimal. (dalam Nihayatul Sul Lil Isnawi &#8216;Ala Minhaji ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/09/21/akal-akalan-dalam-ijtihad/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Islam Moderat</title>
		<description>	 “Islam Moderat”
Oleh: Adian Husaini
	Akhir-akhir ini seperti sudah menjadi keharusan opini di berbagai media massa, bahwa di zaman globalisasi, corak keberislaman yang ‘baik’ adalah menjadi Muslim yang moderat. Dengan kata lain, bukan menjadi Muslim yang liberal atau yang radikal. Istilah “moderat” ini dimunculkan dan dipopulerkan oleh berbagai kalangan, baik cendekiawan, ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/09/21/islam-moderat/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Makna TUHAN</title>
		<description>	Mengkritisi Kembali Makna &#8220;Tuhan&#8221;
Oleh: Hizbullah Mahmud *)
Saya cukup tercenggang takkala membuka website islamlib.com, ketika akan memasuki website tersebut menemukan terjemahan Bismillahirrohmanirrohim diterjemahkan menjadi &#8220;Dengan nama Allah Tuhan pengasih Tuhan penyayang Tuhan segala agama. Hanya saja 3 kata terakhirnya tidak termasuk dalam terjemahan kata Basmallah diatas (Tuhan segala agama). 
	Secara sekilas ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/makna-tuhan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Sekedar Imajinasi</title>
		<description>	Islam Liberal Tak Lebih dari Sekedar Imajinasi
	Akhir-akhir ini para aktivis Islam liberal mulai memperlihatkan watak pemikirannya. Mereka berupaya mencari-cari akar historis liberalisme di berbagai negara termasuk Indonesia (lihat http://islamlib.com/ ). Mereka membuat pengelompokkan siapa saja ulama yang liberal itu. Mereka membuatnya berdasarkan apa yang mereka khayalkan ditambah dengan sedikit data ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/sekedar-imajinasi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kiprah SEPILIS Sepeninggal Cak Nur</title>
		<description>	Kiprah SEPILIS Sepeninggal Cak Nur
	oleh Zainuddin Rahib
Sepeninggal Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang disebut-sebut sebagi pelopor paham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme di Indonesia, para pengikut dan pengusung paham SEPILIS (akronim sekulerisme, pluralisme dan liberalisme) bukan makin surut tapi tampaknya makin subur. Sepertinya mereka memanfaatkan situasi meninggalnya Cak Nur sebagai momentum untuk ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/kiprah-sepilis-sepeninggal-cak-nur/</link>
	</item>
	<item>
		<title>TAFSIR BUKANLAH HERMENEUTIKA</title>
		<description>	TAFSIR BUKANLAH HERMENEUTIKA
	Prof.Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud
Al-Attas mungkin adalah sarjana Muslim kontemporer pertama yang telah memahami keunikan sifat ilmu Tafsir dan membedakannya dari konsep dan praktek Barat tentang hermeneutik, baik yang bersumber dari Kitab Bible atau teks-teks lainnya. Dalam hal ini al-Attas berbeda secara substantif dari Fazlur Rahman dan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/tafsir-bukanlah-hermeneutika/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hermeneutika Nodai Tafsir Al-Qur`an</title>
		<description>	Hermeneutika Nodai Tafsir Al-Qur`an
	Oleh : Fakhrurazi R. Sutan
Upaya mengusung hermeneutika kembali menarik per­hatian banyak kalangan. Beberapa cendekiawan Muslim, terutama yang menekuni bidang teologi dan filsafat, mencoba menjadikan herme­neutika sebagai alternatif pengganti tafsir dalam meng­interpretasikan kitab suci Al-Qur‘an. Khususnya di Indonesia, gerakan ini kelihatannya sangat terencana dan dibac­king oleh LSM asing. ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/hermeneutika-nodai-tafsir-al-quran/</link>
	</item>
	<item>
		<title>PENGHANCURAN ISLAM</title>
		<description>	PENGHANCURAN ISLAM : Serangan Terhadap Akidah dan Syariat 
	Oleh: Maman Kh.
Dosen UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Kandidat Doktor
“Saya tidak tahu apa yang akan dikatakan kaum Muslim seandainya mengetahui kisah-kisah Abad Pertengahan dan memahami nyanyian orang-orang Kristen? Seluruh nyanyian dibalut dengan kebusukan dendam terhadap kaum Muslim dan membodohkan agama mereka. Dari syair-syair ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/penghancuran-islam/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Semoga Aku Seorang Muslim Sejati</title>
		<description>	Semoga Aku Seorang Muslim Sejati
	Khalif Muammar *)
&#8220;Andai aku seorang muslim liberal, maka aku akan melepaskan keyakinan-keislamanku dari segala bentuk otoritas tafsir&#8221;, ujar Haidar Baqir. Tulisan ini, adalah jawaban dari tulisan Haidar itu
	Pertama: Sebagai seorang Muslim sejati, aku akan meyakini bahwa aku berada dalam kebenaran. Bagiku Islam dan iman adalah hidayah ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/semoga-aku-seorang-muslim-sejati/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Membongkar &#8220;Borok&#8221; Kesesatan JIL dan Ahmadiyah</title>
		<description>	Membongkar &#8220;Borok&#8221; Kesesatan JIL dan Ahmadiyah      
	Ada musibah yang lebih menakutkan dibanding ledakan gunung Merapi yang kini sedang berstatus waspada. Dua diantara Musibah itu &#8216;jaringan Islam Liberal&#8217; dan &#8216;Jamaah Ahmadiyah&#8217;
	 Oleh:   Rahmat Hidayat Nasution *
	Ternyata, Indonesia saat ini sedang dihadapi dua musibah besar. ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/membongkar-borok-kesesatan-jil-dan-ahmadiyah/</link>
	</item>
	<item>
		<title>ISLAM DAN PAHAM PLURALISME AGAMA</title>
		<description>	ISLAM DAN PAHAM PLURALISME AGAMA
Written by Hamid Fahmy     
	Pikiran yang menganggap semua agama itu sama telah lama masuk ke  Indonesia dan beberapa negara Islam lainnya. Tapi akhir-akhir ini pikiran itu menjelma menjadi sebuah paham dan gerakan “baru” yang kehadirannya serasa begitu mendadak, tiba-tiba dan mengejutkan. ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/islam-dan-paham-pluralisme-agama/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hermeneutika: &#8220;Hikmah&#8221; atau Musibah?</title>
		<description>	Hermeneutika: &#8220;Hikmah&#8221; atau Musibah?      
	Baru-baru ini sebuah diskusi tentang studi Hermeneutika dilaksanakan di Jakarta. Apakah studi yang berasal dari tradisi Kristen sebuah &#8216;musibah&#8217; atau &#8216;hikmah&#8217; jika diterapkan dalam Islam?
	Oleh: Dr Syamsuddin Arif *) 
	Belum lama ini sebuah buku berjudul The Koran from Vernacular Perspective dikirimkan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/hermeneutika-hikmah-atau-musibah/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Tirani Dibalik Seni</title>
		<description>	Tirani Dibalik Seni
Oleh: Syamsuddin Arif *) 
	Musim panas 1978, seorang guru besar fotografi dan seni di
Universitas Cornell, Jacqueline Livingston, dipecat dari jabatannya.
Keputusan itu dikeluarkan tidak lama setelah Jacqueline memamerkan 
foto-foto aurat suami, mertua dan anak lelakinya. Bagi Jacqueline,
hasil jepretan kameranya itu adalah karya seni yang bermaksud
menjelajahi batas-batas kebebasan dan kesusilaan, ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/05/02/tirani-dibalik-seni/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Meraih Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan Spiritual</title>
		<description>	Meraih Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan Spiritual 
	Kekayaan masih menjadi pesona bagi sebagian besar manusia. Sebab kekayaan membawa kepada pintu segala kesenangan dan kebahagiaan. Kekayaan juga berarti kesempatan untuk menjadikan standar hidup menjadi lebih baik. Belum lagi kenyataan yang &#8216;&#8217;dikondisikan'&#8217; oleh manusia itu sendiri, bahwa kekayaan terkait dengan masalah posisi, status ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/04/13/meraih-kesejahteraan-finansial-dengan-pendekatan-spiritual/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Rezeki Kagetan</title>
		<description>	KENAPA manusia sulit berbagi? Mengapa manusia sulit bersedekah? Salah satu jawabannya, mungkin karena dia berpikir dengan matematika pengurangan. Maksudnya, kalau dia berbagi, maka miliknya bakal berkurang. Atau, barangkali dia selalu melihat kekurangannya. Dalam pengertian dia &#8211;diperkuat omongan orang lain&#8211; diri sendiri saja masih kekurangan, bagaimana mau dibagikan pada orang lain?
	Maka, ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/03/22/rezeki-kagetan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Pelacur Muda dan Pornografi</title>
		<description>	Pelacur Muda dan Pornografi
	Oleh Winda Yovana Supraba
Ada seorang pelacur muda yang laris, dan ia hidup lebih dari sekedar cukup melalui profesi yang digelutinya itu. Akankah ia mau berhenti menjadi pelacur? Hampir bisa dipastikan tidak. Kecuali, jika ia sudah tua, tidak laku lagi, atau keburu diterjang penyakit kotor yang ganas dan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/03/20/pelacur-muda-dan-pornografi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Pornografi dan Liberalisme</title>
		<description>	Adian Husaini
Wartawan senior Indonesia menuduh RUU APP ‘berbau Arab’. Nabi dan Imam Syafi’i juga orang Arab, tapi mengapa kita mau mengikutinya?

Menyusul maraknya aksi penolakan terhadap RUU Anti-pornografi (APP), beberapa hari lalu, seorang muslim yang tinggal di Bali menelepon saya, dan memberitahukan kondisi kaum Muslim Bali yang semakin terjepit. Kadangkala, mereka ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/03/20/pornografi-dan-liberalisme/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Bertuhan tapi Tak Beragama</title>
		<description>	Bertuhan tapi Tak Beragama 
	Program cuci otak terus digulirkan orang-orang liberalis. Salah satu caranya adalah melakukan wawancara dengan orang-orang bingung agar masyarakat ‘ketularan’ bingungnya. Seperti termuat dalam situs JIL (www.islamlib.com) tanggal 10 Januari 2005 lalu, yang berisi wawancara antara pengibar bendera JIL, Ulil Abshar Abdalla dengan Julia Indiati Suryakusuma, seorang ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/02/15/bertuhan-tapi-tak-beragama/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Terapi kerasukan JIL</title>
		<description>	Terapi Kerasukan JIL
	Kerasukan JIL lebih berbahaya dari kerasukan jin. Karena orang yang kerasukan jin, rufi’al qalam, pena diangkat atas mereka, yakni amal buruknya tidak akan dicatat. Akan tetapi orang yang kerasukan paham Jaringan Islam Liberal, bisa murtad. Lihat saja statemen-statemen yang muncul dari orang yang kerasukan paham liberal: nyeleneh, berani, ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/02/15/terapi-kerasukan-jil/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hukuman mati bagi penghina Nabi Muhammad SAW</title>
		<description>	PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA
	Nomor: 87/PU/E/02/06
	Jakarta, 4 Februari 2006 M 
	 “MENGUTUK KERAS PELECEHAN NABI MUHAMMAD SAW”
	 
Seperti telah luas diberitakan, Koran Jyllands-Posten pada edisi 30 September tahun lalu menerbitkan kartun yang menggambarkan Muhammad membawa pedang dan menenteng ‘bom’.  Bahkan, dalam salah satu kartun lainnya Rasulullah digambarkan sebagai orang yang bersorban. ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/02/06/hukuman-mati-bagi-penghina-nabi-muhammad-saw/</link>
	</item>
	<item>
		<title>&#8220;Paus dan Al-Quran&#8221;</title>
		<description>	&#8220;Paus dan Al-Quran&#8221;
Kristen dan Paus menolak paham relativisme iman, aneh, jika kaum Muslim malah ikut-ikutan mengadopsi nilai-nilai relativisme dalam Barat. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke- 132

Oleh: Adian Husaini
	Pada 17 Januari lalu, Surat Kabar ‘New York Sun’, menurunkan tulisan Daniel Pipes, berjudul “The Pope and the Koran” (Paus dan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/30/paus-dan-al-quran/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Benarkah Yesus Itu Ada?</title>
		<description>	Benarkah Yesus Itu Ada?
Italia tengah memutuskan penulis The Fable of Chris  dan pengikut Kristus yang menolak adanya Yesus dengan setumpuk bukti. Kemungkinan dia kalah karena dianggap melanggar ‘keyakinan populer’
 
Hidayatullah.com—Kalangan Katolik tak habis dirundung masalah. Belum sempat perdebatan tentang penolakan berbagai orang tentang kepalsuan ‘teori evolusi’, lalu muncul novel ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/30/benarkah-yesus-itu-ada/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kemunafikan Dalam Seni Peran</title>
		<description>	Kemunafikan Dalam Seni Peran 
	Sekitar satu bulan lalu, seorang pemain sinetron harus berurusan dengan para aktivis muslim. Pasalnya, sang artis yang tak jarang berperan sebagai anak ‘shalih’ dalam sinetron-sinetron religius, tiba-tiba berpose mengejutkan dalam sebuah pameran foto. Atas nama seni, dia rela telanjang bersama seorang wanita. Hebohnya, gambar yang merupakan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/30/kemunafikan-dalam-seni-peran/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Tafsir &#8220;Jalan Lain&#8221;</title>
		<description>	Tafsir &#8220;Jalan Lain&#8221; 
	Siapa tak kenal Tafsir Jalalain. Tafsir yang ditulis oleh dua ulama besar Jalaluddin as-Suyuthi dan Jalaludin al-Mahalli tentu tak asing bagi seorang muslim yang mengkaji tafsir al-Quran. Tapi kali ini, bukan tafsir Jalalain yang kita bahas, namun tafsir ‘jalan lain’ alias tafsir yang keluar dari pakem ilmu ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/30/tafsir-jalan-lain/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Teror Kata Berkedok &#8220;Kasih&#8221;</title>
		<description>	Teror Kata Berkedok &#8220;Kasih&#8221; 
	Teror kata berkedok &#8216;kasih&#8217; terbukti ampuh menaklukkan kekuatan Islam dibanding teror fisik berkekuatan &#8216;cluster bomb&#8217;
oleh : Adian Husaini *

&#8220;Aku datang untuk menemui ummat Islam, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, tidak dalam benci tapi dalam cinta.&#8221; 
	Henry Martyn, missionaris 
	Perang ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/27/teror-kata-berkedok-kasih/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Jejak Kristen dalam Islamic Studies</title>
		<description>	Jejak Kristen dalam Islamic Studies 
	Di Indonesia, belakangan sejumlah cendekiawan Muslim mengimpor ide dan teori-teori pemikir Barat, yang kebanyakan diambil dari tradisi Kristen. Di mana, Islam diposisikan seolah-olah sebagai “agama yang kebenarannya belum final”

Oleh
DR.Syamsuddin Arif,MA* 
	Dunia pemikiran Islam di Indonesia kini memasuki “wajah baru” menyusul membanjirnya arus pemikiran Barat dalam ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/27/jejak-kristen-dalam-islamic-studies/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Bible Masuk Pesantren</title>
		<description>	Bible Masuk Pesantren
	Oleh: Adian Husaini
Harian Republika, Kamis (5/1/2005) memberitakan aktivitas sebuah kelompok Kristen (Gideon) dalam mengirimkan Bible ke sekolah-sekolah dan universitas Islam serta pondok pesantren di daerah Ponorogo. Juga, diberitakan respon dari pemerintah (Dirjen Bimas Kristen Depag) dan kalangan tokoh Islam yang mengecam tindakan pengiriman Bible tersebut.

Berita itu lagi-lagi menunjukkan ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/27/bible-masuk-pesantren/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kajian Orientalis di UIN Jakarta&#8221;</title>
		<description>	Kajian Orientalis di UIN Jakarta&#8221;
Oleh: Adian Husaini
Beberapa waktu lalu saya mendapatkan satuan mata kuliah bertajuk “Kajian Orientalisme terhadap Al-Quran dan Hadits” di Program Studi Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Jakarta. Mata kuliah ini diberikan untuk mahasiswa semester VIII.

Yang menarik untuk ditelaah adalah tujuan diberikannya mata kuliah ini kepada ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/27/kajian-orientalis-di-uin-jakarta/</link>
	</item>
	<item>
		<title>&#8220;Gerakan Homoseksual dari IAIN Semarang&#8221;</title>
		<description>	&#8220;Gerakan Homoseksual dari IAIN Semarang&#8221;
	Sebuah promosi mahasiwa &#8220;Kawin Sesama Jenis&#8221;. Jangan kaget, sebab sponsornya para mahasiswa Islam dari Fakultas Syariah IAIN Semarang.

Oleh: Adian Husaini
Saat ini, liberalisasi nilai-nilai dan ajaran Islam di Indonesia benar-benar sudah sampai pada taraf yang sangat ajaib dan menjijikkan. Orang-orang yang bergelut dalam bidang studi Islam tidak ...</description>
		<link>http://militan.blogsome.com/2006/01/27/gerakan-homoseksual-dari-iain-semarang/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
